About Me

Sabtu, 31 Mei 2014

Kasih Tak Sampai

Apa kabar pujaan hatiku
lama sudah tak jumpa
ketika jarak dan waktu
memisahkan kita berdua

ku harap kau baik-baik saja disana
walau aku tak tahu pasti
dimana kau berada saat ini
untuk menggapai mimpi mu


ingin rasanya bertemu denganmu saat ini
walau hanya sekejap mata memandang
melihat parasmu yang ayu
elok matamu,manis senyum mu

yang selalu membuatku terpesona saat memandangmu
hingga aku begitu mencintaimu
meskipun hingga akhirnya
aku tak bisa memilikimu


kini aku sadar
aku salah terlalu mengharapkanmu
membuat diri ini kian tenggelam
dalam perihnya luka yang begitu dalam

cintaku hanya sebatas mimpi yang tak nyata
menjadi cerita dalam khayal ku
dan menjadi kisah
kasih tak sampai

Selasa, 15 April 2014

Berita Car Free Day

Car Free Day

Kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (car free day) telah menjadi tren yang dilaksanakan pada kota-kota di wilayah Indonesia. Car Free Day diinspirasi oleh kesadaran akan menipisnya cadangan sumber daya alam, khususnya minyak bumi serta meningkatnya emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Car Free Day ini yang diadopsi dan dilaksanakan di Kota Purwodadi sejak tahun 2009. Dasar pelaksanaan car free day adalah sebagai kegiatan penunjang dalam rangka penilaian Adipura.

Kegiatan ini dipandang memiliki nilai tambah dalam mendukung Kota Purwodadi dalam pelaksanaan penilaian Adipura setiap tahunnya. Awalnya kegiatan hari bebas kendaraan bermotor diprakarsai oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan bekerjasama dengan beberapa instansi terkait seperti Disporabudpar, Satpol PP, Dishubkominfo dan didukung oleh partisipasi beberapa pengusaha. Pertama kali, Car Free Day dilaksanakan di depan swalayan Luwes dengan menampilkan senam misal yang dipandu oleh instruktur dari Disporabudpar dan performance art kesenian local dari Kradenan.


Kegiatan hari bebas kendaraan bermotor yang diselenggarakan pada tanggal 17 Juli 2011 bisa disebut menjadi kegiatan paling semarak dan ramai diikuti oleh masyarakat umum. Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan bekerjasama dengan Radar Kudus (Jawa Pos Grup), CIMB Niaga sebagai sponsor utama, yang didukung oleh sponsor tambahan dari Gapensi Kab Grobogan, BKK Purwodadi, Bank Jateng, Dokter Djoko, Laksana Grup. Car Free Day kali ini mengambil kegiatan senam massal “ Waton Obah” dengan menyediakan hadiah utama 1 (satu) sepeda motor, beberapa sepeda gunung, dispenser, seterika listrik, alat pelubang biopori, bibit tanaman kelapa dan mangga, dan bingkisan menarik lainnya.

Car Free Day pada tanggal 17 Juli 2011 dibuka oleh Wakil Bupati Grobogan Bapak Icek Baskoro yang juga berkenan memberi kata sambutan serta mengundi pemenang hadiah utama. Dalam sambutannya, Wakil Bupati berpesan agar masyarakat tetap antusias mengikuti Car Free Day sebagai sarana olahraga dan hiburan yang menyenangkan dan menyehatkan.

Beberapa kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan Car Free Day antara lain kurangnya kesadaran pengguna kendaraan bermotor untuk menghormati acara Car Free Day. Hal ini terbukti dengan masih adanya pengendara kendaraan yang melewati ruas jalan R. Soeprapto yang menjadi tempat pelaksanaan Car Free Day, kurangnya koordinasi antara pihak Kepolisian, Satpol PP, dan Dishub yang bertanggung jawab atas penutupan jalan, kurangnya partisipasi UKM lokal dalam menampilkan produk-produk unggulannya. Adanya event Car Free Day sebaiknya dapat dimanfaatkan sebagai ajang promosi untuk lebih mengenalkan produk asli Grobogan agar lebih diterima oleh masyarakat, belum adanya performance art yang ditampilkan oleh pelaku seni lokal, selain hiburan yang ditampilkan oleh sponsor dan penyelenggara.


Penyelenggaraan Car Free Day masih akan dievaluasi dan diperbaiki kelemahannya di masa mendatang. Beberapa hal yang diharapkan dapat muncul dari event Car Free Day adalah Car Free Day diharapkan lebih rapi dan tertib, dengan demikian tidak ada pengendara kendaraan bermotor dan mobil yang menerobos ruas jalan yang digunakan untuk Car Free Day selama masih berjalannya acara tersebut, Car Free Day menjadi ajang bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) local di Kabupaten Grobogan untuk mempromosikan produk-produknya agar lebih dikenal masyarakat, Adanya pentas seni dari kelompok seni dan budaya yang ada di masyarakat sehingga lebih membuat suasana Car Free Day lebih hidup dan semarak, Jika memang dirasakan lebih bermanfaat, maka frekuensi kegiatan Car Free Day bisa ditingkatkan menjadi setiap hari minggu.

Dengan demikian event Car Free Day dapat menjadi ikon pengembangan olahraga, seni, dan usaha kecil menengah di Kabupaten Grobogan agar lebih meningkat baik dari sis i kualitas dan kuantitasnya.

Sumber : Gema Bersemi Edisi 03 Tahun 2011

Artikel Car Free Day

Car Free Day
Car Free Day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor adalah kegiatan yang  bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat agar menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Kegiatan ini biasanya didorong oleh aktivis yang bergerak dalam bidang lingkungan dan transportasi.
Car Free Day merupakan budaya baru bagi masyarakat sebagai ajang bersosialisasi dengan teman maupun keluarga dan juga sebagai sarana kesehatan jasmani yang bebas dari polusi. Kegiatan Car Free Day ini berupaya mengurangi pencemaran udara yang telah tercemari oleh asap kendaraan bermotor. Berdasarkan beberapa penelitian oleh kalangan ahli lingkungan, terukur setelah kegiatan Car Free Day bahwa gas polutan turun secara signifikan diantaranya CO berkurang 67%, NO berkurang 80% dan debu berkurang 34%. Kegiatan Car Free Day selain berdampak positif bagi lingkungan ternyata mempunyai tujuan khusus untuk “Memasyarakatkan Olahraga”.


Tema penting dalam hari bebas kendaraan bermotor, adalah tinggalkan kendaraan bermotor dirumah dan berjalan kakilah atau gunakan kendaraan tidak bermotor ataupun menggunakan kendaraan umum untuk perjalanan panjang.

Sejarah Car Free Day International

Telah dimulai sejak jaman krisis minyak di tahun 70an di Amerika dan dilaksanakan di beberapa kota eropa pada awal 90an. Acara Car Free Day International mulai diselenggarakan di kota-kota Eropa pada tahun 1999 yang merupakan proyek percontohan kampanye Uni Eropa ”Kota tanpa Mobil” (”In Town Without My Car”) kampanye ini terus berlanjut hingga kini dalam ventuk Minggu Mobilitas Eropa (European Mobility Week). Car Free Day telah dilaksanakan di lebih dari 1500 kota di 40 negara melalui penutupan sebuah penggal jalan untuk kemudian mengisinya dengan berbagai kegiatan seperti festival jalanan, bazar, parade sepeda, dan kegiatan lainnya. Penutupan jalan akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali berjalan kaki di jalan-jalan yang biasanya dijejali oleh kendaraan pribadi. Untuk mengetahui hasil yang lebih nyata, kegiatan ini perlu di lengkapi dengan pengukuran kualitas udara dan kualitas suara serta lalu lintas kendaraan selama dan sesudah pelaksanaan Car Free Day. Hasil pengukuran akan menjadikan advokasi kebijakan dan kampanye pentingnya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Sedangkan untuk di Indonesia sendiri, Car Free Day lahir di Surabaya sebagai Kota pertama kali di Indonesia yang menyelenggarakan Car Free Day pada tahun 2000. kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye peningkatan kualitas udara kota yang bertema “Segar Suroboyoku Rek”.

Sedangkan sejak 2002, Jakarta menyelenggarakan Car Free Day pada tahun 2002, 2003, 2004, 2005 dan 2006. Kegiatan tersebut pertama kali dilaksanakan oleh koalisi LSM Lingkungan sebagai wadah penampung aspirasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik. Menurut teori Berger dan Neuhaus (1977) LSM Lingkungan tersebut dijadikan sebagai Institusi Mediasi yang berfungsi menyalurkan kepentingan warga dan media resolusi terhadap kualitas udara dengan tujuan utama kampanye mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sebagai sumber utama pencemaran udara di Jakarta. Dalam setiap Car Free Day selalu diadakan promosi penggunaan alat transportasi alternatif untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi seperti angkutan umum, sepeda, dan fasilitas pejalan kaki.

Kegiatan utama Car Free Day adalah penutupan jalan selama beberapa waktu dari arus lalu lintas kendaraan. Namun demikian, kendaraan angkutan umum masih bisa melintasi jalan tersebut. Untuk memanfaatkan ruang jalan yang ditutup maka dilakukan berbagai kegiatan seperti petunjukan kesenian, hiburan, permainan anak-anak, olahraga, lomba-lomba, parade sepeda dan kegiatan festival jalanan lainnya. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan suasana yang berbeda pada kota tersebut.

Melihat kegiatan Car Free Day yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, Car Free Day juga memberikan manfaat yang banyak dan berdampak pula pada kualitas udara yang kotor oleh transportasi darat.

Mari selamatkan bumi kita dari Global Warming...
UNEJ
FKIP UNEJ
Pendidikan Biologi FKIP UNEJ
HMPSPB Lumba-lumba

Artikel Global Warming

Global Warming

Meskipun temperatur di sekitar kita terlihat berfluktuasi secara tetap, namun pada kenyataannya ternyata selama 50 tahun terakhir ini temperatur rata-rata di Bumi telah naik secara cepat. Penyebab utama naiknya temperatur Bumi adalah akibat efek rumah kaca yang menurut sebagian ahli disebabkan oleh meningkatnya kandungan gas Karbon Dioksida (CO2) dan partikel polutan lainnya di atmosfer Bumi. Diibaratkan selimut, gas-gas tersebut akan menghalangi energi panas yang dipantulkan kembali oleh Bumi ke ruang angkasa.

Untuk membayangkan efek rumah kaca ini sangat mudah. Mungkin ada di antara anda yang sudah pernah merasakan bagaimana ketika pertama kali memasuki sebuah mobil yang diparkir di tempat yang panas. Temperatur di dalam mobil akan terasa lebih panas daripada temperatur di luar, karena energi panas yang masuk ke dalam mobil terperangkap di dalamnya dan tidak bisa keluar.



Pada kondisi yang normal, efek rumah kaca adalah “baik” karena dengan demikian Bumi akan menjadi hangat dan dapat menjadi tempat hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Tanpa efek rumah kaca, bagian Bumi yang tidak terkena sinar matahari akan menjadi sangat dingin seperti di dalam freezer lemari es anda (-18C). Sejarah terbentuknya Bumi hingga bisa ditempati oleh manusia seperti saat ini sebenarnya tak lepas dari ‘jasa’ efek rumah kaca. Jadi sebenarnya yang namanya efek rumah kaca itu sudah ada sejak jaman dahulu kala seiring dengan proses terbentuknya Bumi.

Kondisi akan menjadi tidak baik jika kandungan gas-gas rumah kaca di atmosfer Bumi semakin hari semakin meningkat. Kenapa demikian? karena dengan semakin meningkatnya gas-gas rumah kaca, semakin memanas pula Bumi, akibatnya akan terjadi pencairan es di daerah kutub yang dapat menenggelamkan sebagian daratan tempat manusia dan makhluk-makhluk hidup darat lainnya tinggal.

Gas rumah kaca yang saat ini banyak disalahkan oleh sebagian ahli pengusung isu pemanasan global adalah gas CO2 di atmosfer. Sementara sebagian ahli lain berpendapat bahwa sebenarnya jumlah CO2 di atmosfer tidak cukup signifikan untuk dijadikan “kambing hitam” pemanasan global karena jumlahnya yang hanya 0.04%. Selain itu, para ahli ini juga menyatakan bahwa seluruh gas yang ada di atmosfer adalah gas rumah kaca, tanpa terkecuali dimana komposisi terbesar adalah nitrogen (78%), oksigen (21%) dan uap air (hingga 3%).



Lalu, apakah yang menyebabkan meningkatnya kandungan karbon dioksida dan partikel polutan di atmosfer? Ternyata kontribusi terbesar adalah akibat pemakaian bahan bakar fosil seperti batubara, gas dan minyak Bumi. Ketiga jenis bahan bakar tersebut adalah yang paling murah saat ini jika dibandingkan dengan sumber energi lainnya. Pemakaiannya pun dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang sangat berarti setelah tercetusnya revolusi industri. Apalagi kalau sekarang kita sering merasakan kemacetan di mana-mana akibat jumlah kendaraan bermotor dan “bermobil” yang meningkat. Pabrik/industri yang tumbuh di mana-mana untuk memenuhi pola konsumsi masyarakat modern yang semakin hari semakin meningkat. Namun hal ini juga disangkal oleh sebagian ahli. Menurut mereka, kontribusi dari penggunaan bahan bakar fosil di seluruh dunia dalam menambah jumlah CO2 hanyalah 0,013% (sedikit sekali bukan?). Wah jadi makin seru deh sampai di sini…
Pro dan kontra terus terjadi, namun demikian seiring dengan adanya Protokol Kyoto (1997), Beberapa negara maju sepakat untuk mengurangi jumlah emisi gas CO2 dengan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil sebanyak 30% dalam 10 tahun ke depan. Untuk itu saat ini beberapa negara maju/industri telah mencoba mengembangkan metode dan teknologi dalam rangka memanfaatkan sumber-sumber energi alternatif yang (lebih) ramah lingkungan, terutama sumber energi yang terbarukan.

Apa itu energi terbarukan? Energi terbarukan adalah lawan kata dari energi tak terbarukan (anak kecil juga tahu kalau gitu sih). Jadi begini, energi terbarukan adalah energi yang dapat dipakai secara terus- menerus tanpa perlu kuatir sumber dari energi tersebut akan habis. Lawan katanya adalah energi tak terbarukan yaitu energi yang jika dipakai secara terus-menerus akan habis pada suatu waktu tertentu. Jadi jelas kan sekarang? Apa saja contoh dari energi terbarukan? banyak sekali, seperti energi angin, matahari, panas bumi, air, dan biomassa (berasal dari tanaman perkebunan, pertanian, hutan, sampah, dan peternakan).
Sebenarnya, secara alamiah di alam, akibat adanya interaksi antara laut dan udara (seperti TNI aja ya?), jumlah energi panas yang ada di atmosfer dan di permukaan laut akan dapat dikontrol oleh mekanisme global conveyor belt. Apa itu global conveyor belt? Global conveyor belt adalah sirkulasi global yang berperan dalam mentransfer (memindahkan) energi panas dari suatu tempat ke tempat lainnya melalui aliran udara dan air laut. Pola iklim di bumi diatur oleh mekanisme ini.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa ‘ketakutan’ dan analisis sebagian ahli akan pemanasan global selama ini masih baru didasarkan melulu pada hasil model numerik yang belum secara ’sungguh-sungguh’ dibandingkan dengan data pengamatan. Selain itu, kebanyakan model yang digunakan saat ini masih jauh dari sempurna dalam merumuskan mekanisme rumit sesungguhnya yang terjadi di Bumi.
Memang pemanasan global sedang dan terus akan terjadi, demikian juga dengan efek rumah kaca. Mencairnya es yang terbentuk sejak jaman es pun terus berlangsung karena memang temperatur bumi mengalami perubahan dari semenjak es itu dahulu terbentuk, permukaan laut pun terus mengalami kenaikan (yang dikenal dengan istilah sea level rise).
 Siklus seperti itu terus terjadi dan takkan terhindarkan. Sebagian pakar menyatakan bahwa fenomena itu masih merupakan suatu kewajaran yang memang harus terjadi dan tak perlu ditakutkan, sementara itu pakar yang lain -seperti yang telah saya tuliskan di atas- menyatakan bahwa dalam kurun waktu 50 tahun terakhir ini “kecepatan” dari fenomena ini meningkat dan berada pada level yang “sangat mengkhawatirkan”, artinya jika “masa mengkhawatirkan” ini tidak segera diredam, maka ke depannya peradaban manusia akan mengalami masalah yang serius.


Jadi memang tak ada salahnya untuk membuat suatu aksi yang positif. Setidaknya, dengan mengurangi emisi CO2 dan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil serta mencoba alternatif energi ramah lingkungan dan terbarukan, akan menjadikan Bumi sedikit bersih dari polutan yang telah membuat manusia sesak nafas dan teracuni paru-parunya. Apalagi untuk Indonesia yang saat ini berada pada tingkat polusi yang katanya sudah agak membahayakan bagi kesehatan penduduknya.


UNEJ
FKIP UNEJ
Pendidikan Biologi FKIP UNEJ
HMPSPB Lumba-lumba

Cerpen Global Warming

GLOBAL WARMING

Saat kegelapan membentangkan selimutnya dan menghantarkan manusia kealam mimpi yang indah sempurna, bahasa pun telah berganti menjadi bahasa alam yang takkan dapat kau mengerti. Karna memang yang berbicara saat itu adalah alam. Langit, bumi, serta makhluk-makhluk yang mengisi hamparannya. Kecuali kita manusia. Kalaupun saat itu ada yang terjaga, takkan mungkin ia dapat menangkap dan memahaminya.

Lautan yang bergelombang, gunung yang tinggi menjulang, serta bulan dan bintang yang cahayanya cemerlang, merekalah yang tengah mengambil alih kekuasaan. Mereka bersama bercakap-cakap tentang apa yang mereka lihat, dengar, dan dilakukan manusia di atas mereka.

“Hai gunung, tahukah kau. Peristiwa apa yang telah terjadi hari ini di atas punggungku? Seru laut kepada gunung.

“Ceritakanlah kepadaku,” Jawabnya.

“Hari ini ada seorang gadis yang telah menumpahkan air matanya. Dia bercerita kepadaku tentang kisah hidupnya yang sanyat memilukan.”

“Bagaimana kisahnya?”

“Dia terseret arus peperangan yang merenggut nyawa kedua orang tuanya. Hidupnya kini sebatangkara. Sementara tidak ada sanak saudara maupun kerabat yang mempedulikannya. Mereka sibuk menyelamatkan nyawa mereka masing-masing. Telah banyak darah yang tertumpah, telah banyak pula yang tercerai berai antara sesama mereka. Si istri menjadi janda, Si anak menjadi yatim, Banyak ibu yang kehilangan anaknya, Rumah serta harta benda musnah tak tersisa. Tak pernah seharipun dilalui dengan rasa aman. Desingan peluru dan jerit kesakitan selalu memenuhi setiap sudut dalam kehidupannya.

“Lalu?”

“Dia bertanya kepadaku. Mengapa hal ini mesti terjadi. Kenapa dia yang harus mengalami peristiwa ini? Dimana keadilan? Tak pernah sedetikpun dia merasa kebahagiaan dan ketenangan. Padahal, melalui cerita yang ia dengar dari kawan-kawannya yang sampai kepadanya melalui surat, mereka tengah dalam keadaan yang sangat menyenangkan. Mereka hidup tenang dan aman, bersekolah, bermain, dan bisa melakukan apa yang mereka inginkan tanpa rasa takut dan cemas.”




Suasana mendadak menjadi hening. Tak ada suara yang terdengar memberi tanggapan atas cerita laut. Waktu seperti terhenti. Hampir saja mereka tak menyadari keberadaan lawan bicaranya dan lupa apa yang sedang mereka lakukan, jika saja hutan tak bersuara memecah kesunyian.

“Mengapa kalian semua terdiam?”

Gunung menceritakan kembali apa yang dikisahkan laut kepadanya.

“Kenapa heran? Bukankah itu sesuatu yang lumrah terjadi di bumi ini?”
“Apa maksudmu?” Laut dan gunung serempak bertanya begitu mendengar komentar hutan.

“Apakah kalian tak mengetahui? Bahwa didaerahku setiap hari selalu dipenuhi oleh kekerasan, perkelahian, pertumpahan darah dan nyawa?,. Itu sudah menjadi pemandangan biasa yang diperagakan oleh seluruh penghuni daerahku, semuanya, termasuk manusia”

“Termasuk manusia?”

“Ya, bahkan mungkin mereka lebih buas dari hewan terbuas sekalipun, Mereka mengambil dan menguasai apa yang diinginkannya. Bahkan lebih dari itu. Bayangkan. Setiap hari mereka mengikis dan memotong-motong tubuhku tanpa ampun. Telah banyak pohon-pohon yang tumbuh di atasku yang mereka babat dengan rakusnya. Hanya demi untuk memuaskan perut mereka. Mereka membunuhi hewan-hewan yang tinggal dengan nyaman di dalam perlindunganku. Yang kecil, yang besar, semua mereka bunuh tanpa ampun. Lebih lagi, mereka dengan semena-mena membakar dan menggunduliku untuk kemudian dijadikan lahan pertanian, peternakan, dan tempat tinggal. Tanpa memperhatikan apa akibatnya bagi ekosistem alam. Bahkan terhadap sesama merekapun, mereka bagai singa yang lapar.”

“maksudmu?”

“Baru sore tadi aku menyaksikan segerombolan orang menembaki para penduduk desa yang berada dekat denganku. Mereka melakukan itu dengan alas an tanah yang ditempati para penduduk desa itu adalah tidak sah dan harus dikembalikan kepada pemerintah. Padahal aku tahu persis, telah puluhan tahun dan dari generasi ke generasi mereka telah berdiam disana. Dan aku tahu persis, bahwa itu hanya alas an yang dibuat-buat. Tujuan orang-orang serakah itu hanya satu, yatu memperluas lahan untuk areal peternakan yang mereka kelola. Para penduduk mencoba untuk mempertahankan tanah yang telah lama mereka huni itu. Namun apalah daya si lemah di hadapan yang kuat. Orang-orang itu malah menjawabnya dengan merusak rumah-rumah, membakar fasilitas-fasilitas desa. Dan tanpa segan-segan, mereka memuntahkan peluru untuk siapa yang berani melawan.”

Tak ada yang berani berkomentar atas cerita dari hutan itu. Semuanya terdiam, hanyut dalam fikirannya masing-masing. Suasana tetap sepaerti itu sampai gunung bersuara memecahkan kaheningan. “ Bukankah manusia makhluk yang lebih tinggi derajatnya daripada kita? Mereka mempunyai hati nurani, dibekali pula dengan akal dan fikiran agar mereka bisa minilai baik buruknya suatu perbuatan, lagipula mereka diciptakan bukankah untuk membuat kesejahtraan di ala mini?”

“Benar, tapi berapa banyak dari mereka yang menyadari dan menggunakan apa yang kau sebutkan tadi?” Hutan menjawab pertanyaan itu kembali dengan pertanyaan.

“Benar, sedikit sekali dari mereka yang menyadari hal itu. Mereka telah begitu terlena dengan apa yang ada. Mereka hanya mengumbar nafsunya saja. Sehingga tak ada dalam fikiran mereka selain bagaimana memuaskan keinginannya itu. Nilai-nilai dan norma telah mereka lupakan. Hubungan keluarga dan saudara pun telah mereka abaikan. Yang penting bagi mereka, begaimana bisa bertahan hidup dan memperoleh kepuasan darinya sebanyak-banyaknya.” Laut pun mendukung pendapat hutan.

Tinggal gunung yang terdiam mendengar dua pendapat itu. Mungkinkah makhluk yang dibekali dengan segala macam kelebihan itu bertindak sangat jauh dari apa yang seharusnya mereka lakukan? Bukankah mereka seharusnya bersikap bijaksana, adil, saling berkasih saying, menghormati sesama, toleran, serta menjaga dan merawat ala mini dengan sebaik-baiknya? Bukankah nantinya mereka sendiri yang akan menerima akibat dari perbuatan mereka tersebut?? Berbagai pertanyaan terus datang bagai gelombang yang menerpa seluruh tubuhnya, tak dapat dibendung.

“Mengapa kau terdiam kawan?” Seru laut tatkala mendapatkan perubahan pada sahabatnya itu.

“Aku tak habis fikir, Apakah mereka belum mendapat peringatan tentang apa yang akan mereka terima bila terus bertindak seperti itu?”

“Sudah, telah banyak akibat yang mereka terima, bencana alam telah berkali-kali menimpa mereka, Kebakaran hutan, gempa bumi, banjir, longsor, badai di lautan, dan sebagainya. Tapi hanya sedikit dari mereka yang bisa menerima kenyataan dan mengambil pelajaran dari semua itu.”

“Sungguh mengenaskan. Andai saja mereka tahu bahwa nanti mereka akan diminta pertanggunggjawaban atas perbuatan mereka, dan andai mereka tahu kalau kita nanti akan menjadi saksi atas bermacam-macam perbuatan itu,Gunung kembali berkata, kali ini kata-katanya itu seperti tertuju pada dirinya sendiri.

“Sudahlah kawan, tak usah terlalu kau fikirkan. Tugas kita hanya menjaga agar kehidupan di bumi ini tetap seimbang dan tercegah dari bencana yang dapat menghancurkan kehidupan. Lebih dari itu, Segalanya kita serahkan pada Tuhan, Apa yang manusia lakukan, biarlah Dia yang memberikan balasannya. Lihat! Kawan kita si pengelana datang.” Laut berseru gembira tatkala melihat angin meluncur dengan mulusnya dari kejauhan. “Kabar apa yang kau bawa kali ini wahai angin?”




Selasa, 25 Maret 2014

Puisi Persahabatan (Versi 3)

TIDAK PERNAH ADA YANG NAMANYA MANTAN SAHABAT
Puisi Nur Syifa

Sahabat...
Kau selalu menemaniku
Di saat aku sedih maupun aku gembira
Kau seperti Matahari yang menyinari bumi..
Kau seperti ada di dalam jiwa & ragaku...


Oh Sahabat...

Aku terpikir bila kita tidak bersama-sama lagi...
Jika Tuhan bisa aku ajak bicara...
Aku pasti bicara "Ohh.. Tuhan jika kau ambil nyawa sahabat ku,ambilah juga nyawaku''
Jika diperintahkan untuk memilih pun aku pasti memilih sahabat dari pada seorang kekasih...



Sahabat..
Aku berharap kita tidak akan berpisah lagi...

Selasa, 18 Maret 2014

Puisi Persahabatan (Versi 2)

SAHABAT TERBAIKKU
Puisi Frizka Tirana

Sahabat ...
di saat kita nikmati kebersamaan banyak hal yang terlewatkan begitu saja
keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir begitu saja
waktu yang tersisa seolah tak mampu menampungnya dan waktu yang sangatlah singkat membuat ku teringat kepada mu sahabat...




Semua kenangan - kenangan itu tak terasa, pergi meninggalkan segala kegembiraan
serta canda dan tawamu satu persatu hilang sekejap mata
ada beribu senyum saat terlintas memori yang dulu kala

Sahabat ...
semua yang pernah kita jalani hari demi hari, waktu demi waktu telah kita lalui semuanya.




Banyak hal yg pernah terjadi karena itulah jalan hidup yang kita miliki
kadang benci, kesal, dan kecewa serta rasa senang dan sayang
sungguh luar biasa, apa yang telah kita lalui bersama ..

Ya Tuhan ...
jagalah dan lindungilah
sahabat-sahabat ku
karena mereka adalah sahabat terbaikku selamanya
# MY BEST FRIEND FOREVER